KEUNGGULAN ALPU

Keunggulan ALPU sebagai Ayam Pedaging

Jika dibandingkan dengan ayam kampung umumnya, salah satu ciri ALPU adalah tingkat keseragaman produksinya lebih dari 80%.  Sebagai tipe ayam yang dikembangkan untuk menghasilkan daging, secara fisik terdapat perbedaan mendasar antara ALPU dan ayam kampung umumnya. Perbedaan terutama terletak pada bentuk serta pada postur tubuh, warna kaki, bentuk pial, kecepatan tubuh, keseragaman produktifitas, dan bobot tubuh.

Hingga saat ini telah dikembangkan 2 jenis ALPU komersial yang dapat dikatagorikan memiliki kecepatan tumbuh dan sifat-sifat fisik sebagai ayam pedaging, yaitu ALPU tipe medium dan ALPU tipe berat. Perbedaan dari kedua jenis tipe ALPU tersebut terletak pada kecepatan tumbuh, selain capaian tingkat keseragaman produksi dari total populasi. ALPU tipe berat memiliki capaian berat badan akhir yang lebih lebih tinggi dibandingkan tipe medium. Dari sisi penampilan terdapat perbedaan warna dominan dan karakteristik bentuk tubuh serta komponen karkas utama terutama bagian dada dan paha. Secara komersial, ALPU tipe berat akan sangat menguntungkan karena sejak umur 6 minggu berat badan komersial sebagai ayam pedaging telah tercapai. Kecepatan pertumbuhan berat badan ALPU terseleksi perminggu lebih tinggi dibandingkan ayam kampung umumnya dan terus meningkat sampai umur komersial paling efisien, yaitu minggu 14.

Berikut beberapa keunggulan ALPU dari ayam kampung biasa :

1. Pertumbuhan lebih cepat

Hanya dalam 6 minggu sudah bisa panen)

2. Keseragaman produksi

Total keseragaman produksi lebih dari 80% dari total populasi yang dipelihara

3. Keunggulan sifat komersial

– ALPU memiliki ketebalan otot dada dan paha yang lebih besar dibadingkan ayam kampung umumnya.

– Seluruh ALPU baik tipe berat maupun medium memiliki warna kaki kuning cerah dan bersih.

– Warna bulu ALPU dominan lebih spesifik. warna merah kehitaman dan warna hitam untuk tipe berat, sedangkan warna coklat dan abu2 tipe medium. warna ayam bulu tersebut disenangi konsumen dibandingkan warna yang terlalu bervariasi atau warna putih.

4. Pertumbuhan karkas yang cepat dan besar

Umumnya ayam kampung biasa hanya menghasilkan karkas kurang dari 60% dari berat badan dan menghasilkan bagian sisa karkas lebih dari 15%. sedangkan pada ALPU jantan tipe berat, bagian badan 32,9%, paha 41,2%, bagian sayap 4,2%, bagian badan 12,3%, dan sisa karkas kurang dari 10%. Bagian karkas yang lebih menarik lainnya, yaitu warna daging lebih merah dan segar dibandingkan jenis kampung umumnya. Selain itu, ALPU memiliki tekstur otot yang lebih kompak dan padat karena pengaturan zat gizi sesuai kebutuhannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d bloggers like this: